Tampilan Alternatif: Daftar Isi | لقمان الحكيم

window.fbAsyncInit = function() { FB.init({ appId : '1624175884355116', cookie : true, xfbml : true, version : 'v3.1' }); FB.AppEvents.logPageView(); };(function(d, s, id){ var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) {return;} js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk'));

AXL Audion: A3

Ya, secara harfiah memang AXL Audion ini Mati Sendiri, jadi meski Switch masih dalam posisi On, tapi Power Amplifier ini akan Off dengan sendirinya.

Masalah ini saya alami pada AXL Audion A3 dan A6, sedangkan pada A12 (Sub-woofer) tidak terjadi. Perlu diketahui saat artikel ini saya buat, saya memang baru punya tipe A3, A6 dan A12 saja.

Saya sudah bertanya ke forum-forum dan group-group yang relevant, dan hasilnya sama, masalah ini adalah masalah umum atau penyakit bawaan AXL Audion.

 

Penyebab Mati Sendiri

Ketika saya lakukan analisa, penyebab mati sendiri ini adalah Thermistor yang Overheat (Kepanasan).

Thermistor di Rangkaian Soft Start

Ya, AXL Audion menggunakan Soft Start dengan Thermistor, bukan Resistor Batu.

Tujuan dari penggunaan Thermistor ini adalah menghindari PCB Gosong bahkan Kebakaraan (Kemungkinan Terburuk) akibat Resistor Batu Putih yang Overheat.

Pada Thermistor, ketika dia panas, maka Power Amplifier akan Shut Down/Off/Mati karena karakteristik dari Thermistor yang digunakan.

Dari sini kita sudah bisa tau bahwa jenis Thermistor yang digunakan adalah PTC (Positive Temperature Coefficient) yang jika suhunya semakin panas, maka nilai tahanan/resistensinya akan naik juga sehingga berfungsi sebagai Sikring/Fuse yang bisa direset (Akan berfungsi lagi ketika dingin alias Resettable Fuse).

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Seal Klep Bahan Viton

Kali ini saya pengen bahas tentang bahan-bahan atau material dan ring yang digunakan dalam pembuatan seal klep atau valve seal.

Artikel ini saya buat karena pada motor Old Vario 125i saya, sudah 2 kali ganti seal klep tiap 40.000 KM.

Ya, benar, persis tiap 40.000 KM, yang pertama ketika odometer sampai 40.000 KM, yang kedua ketika odometer sampai 80.000 KM, artinya sudah 2 kali saya service besar 😀

Ubahan di motor saya, ditambah riding style saya yang keras, menjadikan service besar menjadi agenda rutin tiap 40.000 KM, padahal sudah pakai oli bagus 😀

Yah soalnya ring piston dan cylinder liner pasti aman pakai oli bagus, tapi seal klep ?, hmmm… seal klep kan tidak dilumasi oli di dalamnya (Antara permukaan dalam seal klep dengan batang klep), kalau ada oli yang lolos masuk ke dalamnya ya artinya seal gagal menjalankan fungsinya dengan baik.

 

Karena rencananya saya akan melakukan service besar alias overhaul, tentu terlepas memang seal klep-nya yang aus atau ada part lain yang aus seperti ring piston misalnya (kemungkinannya kecil), maka tetap saja seal klep menjadi part yang wajib sekalian diganti karena harganya murah tapi perannya sangat vital.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



 

Ilustrasi NGK MR9C-9N

Kita yang mengamati perkembangan teknologi otomotif khususnya sepeda motor tentu tau dengan busi OEM baru sepeda motor Honda dari NGK yakni MR9C-9N, sudah banyak yang bahas tentang keunggulannya.

Di komunitas otomotif sepeda motor pun tentu juga banyak yang bahas, tapi disini saya ingin mencoba membahas lebih dalam semampu saya, karena saya tidak puas dengan penjelasan yang saya dapatkan ketika browsing informasi mengenai busi baru ini.

Menggunakan Nickel Alloy teknologi terbaru pada Center Electrode yang lebih canggih sehingga mampu dibentuk dalam ukuran diameter lebih kecil daripada Busi Nickel Alloy standard biasa. Itu point yang diunggulkan pada busi terobosan terbaru ini.

Nickel Alloy yang dipakai untuk Center Electrode sudah berbeda, sudah pakai teknologi terbaru yang lebih canggih, sehingga diameter center electrode bisa dibuat lebih kecil, meski masih Nickel Alloy, bukan Platinum Alloy apalagi Iridium Alloy.

Selain itu, desain Ground Electrode juga berbeda dibandingkan busi standard Nickel Alloy biasanya, bahkan berbeda dengan yang digunakan Busi Iridium dan Platinum yang sudah ada sebelumnya.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified