Tampilan Alternatif: Daftar Isi | لقمان الحكيم

 

Ilustrasi NGK MR9C-9N

Kita yang mengamati perkembangan teknologi otomotif khususnya sepeda motor tentu tau dengan busi OEM baru sepeda motor Honda dari NGK yakni MR9C-9N, sudah banyak yang bahas tentang keunggulannya.

Di komunitas otomotif sepeda motor pun tentu juga banyak yang bahas, tapi disini saya ingin mencoba membahas lebih dalam semampu saya, karena saya tidak puas dengan penjelasan yang saya dapatkan ketika browsing informasi mengenai busi baru ini.

Menggunakan Nickel Alloy teknologi terbaru pada Center Electrode yang lebih canggih sehingga mampu dibentuk dalam ukuran diameter lebih kecil daripada Busi Nickel Alloy standard biasa. Itu point yang diunggulkan pada busi terobosan terbaru ini.

Nickel Alloy yang dipakai untuk Center Electrode sudah berbeda, sudah pakai teknologi terbaru yang lebih canggih, sehingga diameter center electrode bisa dibuat lebih kecil, meski masih Nickel Alloy, bukan Platinum Alloy apalagi Iridium Alloy.

Selain itu, desain Ground Electrode juga berbeda dibandingkan busi standard Nickel Alloy biasanya, bahkan berbeda dengan yang digunakan Busi Iridium dan Platinum yang sudah ada sebelumnya.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Honda Vario: Old 125 dan New 150 PGM-FI

Bunyi “Gemerincing” seperti besi beradu itu sempat bikin saya risih cukup lama, yah kalau sudah berurusan dengan bunyi-bunyian seperti ini emang ribet trial and error 😀

Ada tips untuk menelusuri sumber bunyi akibat getaran, biasanya getaran hanya terjadi pada rpm tertentu saja, maka kondisikan motor ada kondisi tersebut pada pada posisi di standar tengah, putar grip gas sampai bunyi itu muncul, agar leluasa bisa minta bantuan teman, bini, atau anak atau siapa saja untuk memegang grip gas di rpm tersebut, telusuri sumber bunyi sampai dapat, semoga beruntung 😀

Oke lanjut …

Khawatirnya itu bunyi-bunyian ciri kerusakan pada komponen mesin yang kalau dibiarkan akan berakibat fatal.

Masalahnya, sumber bunyi kadang suka mengecoh, saya coba telusuri, bunyi ini kuat dugaan saya berasal dari knalpot, karena posisi bunyinya berasal dari samping kanan belakang.

Tapi masa iya sih ?, soalnya saya pakai knalpot free flow, jadi mustahil ada sekat di dalam knalpot yang copot.

Saya sempat mengira bunyi itu berasal dari per slip-on yang bergetar, tapi setelah saya lepas, bunyi masih ada.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Tensioner Racing: Teardown

Dulu, saya pernah pakai Tensioner Racing seperti ini yang sudah dibranding H*M Racing, saat itu masih versi lama (Saat ini merek itu juga sudah pakai versi baru ini), tapi sudah PnP (Plug and Play) alias sudah bisa langsung dipasang tanpa perlu ubahan sedikit pun. Saya sudah tidak bisa melakukan perbandingan gimana sih Tensioner Racing yg PnP itu jika dibandingkan dengan yang baru ini, karena sudah saya buang, yang saya ingat cuma pada bagian sampingnya tidak ada ring kawat-nya.

Harganya cukup relatif mahal saat itu, sekitar Rp 150.000 😀

Kenapa saya beli lagi yang baru ?

Well, singkat cerita, Tensioner Racing dari H*M Racing itu cuma saya pakai sebentar saja karena pemasangan yang kurang tepat sehingga baut L penutupnya sangat sulit untuk saya buka, dan karena saya paksakan, akhirnya lubang bautnya slek, kunci L pun sudah tidak bisa membukanya lagi, padahal mustahil tensioner jenis ini dipasang kalau per di dalamnya tidak dikeluarkan dulu, bahkan tensioner standard pun harus ditahan pada posisi stut paling pendek sebelum dipasang.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified