Tampilan Alternatif: Daftar Isi | لقمان الحكيم

Full RGB Mechanical Keyboard

Ketika saya “hunting” atau mencari mechanical keyboard, tentu orang-orang yang katakanlah “Expert” dalam hal Computer Pheripheral khususnya Mechanical Keyboard, selalu saja mengutamakan Cherry MX Switch. Tidak salah sih, tapi itu kan subjektif banget.

Saya pribadi pengguna Kailh Switch, dan puas sekali dengan karakternya dan saya cocok (Dalam hati saya bilang “Alhadulillah isi dompet saya selamat”), soalnya tau sendiri lah kalau selera sudah fix mesti cherry mx switch, ya saya mesti merogoh kocek lebih dalam.

Sebuah “Gift” atau “Anugerah” soal kepekaan/sensitifitas rasa/feel itu bisa jadi musibah buat dompet, sama seperti ketika saya sangat peka terhadap feel berkendara pada sepeda motor matic saya, getar dikit, bunyi dikit (yang aneh), bakalan saya service, lama-lama saya merasa pengeluaran semakin besar untuk itu, saya pun belajar service sendiri, tapi pengeluaran tetap besar karena riset trial and error menggunakan part-part tertentu untuk menghilangkan gejala getar, dan bunyi aneh di sepeda motor saya. Bandingkan sama pengguna motor yang sama yang bedanya, dia “Mati Rasa”, mereka enjoy aja pakai tuh motor, toh yang penting jalan, no problem.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



ASUS ROG Strix GL503VD: RGB Backlight Keyboard

Kali ini saya ingin meluruskan mitos yang saya tau sudah beredar sangat luas dan diyakini oleh banyak orang, yakni Jika Ngecharge Baterai Laptop Sudah Penuh 100%, Maka Cabutlah Charger Itu Agar Baterai Laptop Tahan Lama Tidak Cepat Drop.

Mitos itu adalah salah satu contoh logika terbalik, karena faktanya justru sebaliknya, yakni Jika Ngecharge Baterai Laptop Sudah Penuh 100%, Maka Jangan Cabut Charger Itu Agar Baterai Laptop Tahan Lama Tidak Cepat Drop.

Saya sering melihat teman-teman saya yang sedang menggunakan laptopnya di dalam ruangan/indoor, awalnya dia ngecharge laptopnya sampai ketika sudah full 100%, maka charger itu pun dia cabut, sehingga laptop kembali menggunakan baterai sebagai sumber daya listriknya. Ironisnya, power adaptor dari charger masih terpasang ke stop kontak listrik di rumahnya, agar ketika baterai laptop sudah low/lemah lagi, maka dia pasang lagi charger ke laptopnya, begitu seterusnya.

Kalau saja alasan tindakan yang menjadi kebiasaan itu dilakukan karena alasan Penghematan Biaya dan Sumber Daya Listrik Rumah, maka bisa saya terima, dengan konsekuensi usia pakai baterai menjadi lebih singkat. Meski saya ragu jika dia mengatakan itu alasannya karena ketika charger dia cabut dari laptop, charger masih terpasang di stop kontak listrik rumahnya.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



Penemuan Kamera Fujifilm dan Sony Jadul

Dalam artikel ini, sepertinya untuk kamera Fujifilm Flezz yang saya temukan di lemari di rumah saya ini tidak akan saya bahas, karena teknologinya sudah terlalu usang 😀

Disini saya hanya akan sharing mengenai penemuan kamera Sony Cybershot DSC-W630 saya saja 😀

Kedua kamera ini terlupakan oleh saya, khususnya kamera Sony saya itu.

Kok Saya Bisa Sampai Lupa Punya Kamera Ini Ya ?

Kamera Sony Saya Ternyata Masih Hidup

Padahal kamera ini bisa saja mendukung aktivitas blogging saya, dimana kamera smartphone kurang nyaman digunakan untuk mencapture foto pada kondisi ketika tangan saya kotor (Kamera sony ini belum/tidak layar sentuh).

Untuk beli kamera baru pun saya masih banyak mikir karena sudah ada kamera di smartphone dan saya sudah merasa cukup.

Kondisi Lensa dan Layar masih perfect, di gambar sedikit ada bercak hitam itu cuma noda minyak gorreng (Akan saya ceritakan fungsinya minyak goreng itu nanti dibawah), cantolan tutup baterai memang patah tapi sudah berhasil saya perbaiki.

 

Sebab Kenapa Kamera Ini Terlupakan

Saya ingat alasan kenapa kamera ini saya abaikan hingga terlupakan 😀

Percaya atau tidak, ketika artikel ini, saya benar-benar lupa alasan/sebabnya, justru pertanyaan di atas murni dari pikiran saya.

Penasaran ?   Baca Selanjutnya »



×
SSL Verified